Kamis, 07 Agustus 2014

About A Girl and A Boy ~

Hollaaa! Setelah 1 tahun lebih gak bikin postingan, akhirnya.. tiba-tiba cinta datang kepadaku saat kumulai mencari cinta, tiba-tibaa ~ *aah Stop!! Kenapa jadi nyanyiin lagunya Maudy? Kemana pula perginya ni? -,-"
Maksudnya tu, tiba-tiba sekarang mood lagi buat ngisi blog yang sudah terbengkalai ini, bahkan jangan-jangan karna saking lamanya terbengkalai dan tidak terurus blog ini sudah ditunggui oleh makhluk-makhluk astral hiiiiiii.. Kayaknya harus panggil kiai deh :o *hahah oke maaf ini ngaur -__-"

Nah inilaaaaah diaaaaaaaaaa ( Cuma sekedar karangan lo.. Jangan pikir macam-macam pula :D ) ::


Misalnya.. Ada sepasang remaja.. Mereka akrab, saling bertukar kabar setiap harinya.. Karna kebiasaan mereka itu, tiba-tiba sang cewek mendapati bahwa dirinya telah merasakan "fall in love" dengan sang cowok.. Tapi sebagai seorang cewek dia gak bisa apa-apa.. Jadi dia hanya diam dan terus melanjutkan rutinitas bertukar kabarnya dengan sang cowok, tanpa status yang jelas.. Bahkan terkadang itu menyakitkan baginya..
Sedangkan sang cowok bersikap seakan-akan dia sedang membalas perasaan sang cewek.. Walaupun sebenarnya dia juga mungkin gak tau perasaan sang cewek kayak gimana ke dia.. Tapi sekalipun dia gak pernah menjelaskan tentang status yang sedang mereka jalani..

Setelah beberapa bulan berlalu.. Mereka masih tetap seperti itu.. Bahkan sepertinya sekarang mereka semakin akrab.. Sangat akrab.. Mau gak mau, itu membuat perasaan sang cewek semakin dalam.. Juga semakin menyiksa dan menyakitkan.. Sedangkan perasaan sang cowok tetap masih belum bisa ditebak..

Sang cewek gak mau suatu saat nanti  mendapati bahwa dirinya hanyalah seseorang yang dianggap "teman, sahabat, atau saudara".. Mereka lebih dari itu.. Yaa, lebih! Bahkan sepertinya mereka sudah melangkah terlalu jauh.. Tapi sekali lagi.. Tetap saja tidak ada kepastian tentang hubungan mereka..

"ini SANGAT MENYIKSA dan SANGAT MENYAKITKAN"

"SEMU".. Itulah yang seringkali dirasakan oleh sang cewek.. Sesekali ia terpikir untuk menghentikan semuanya dan kembali menjalani kehidupan normalnya tanpa batin yang tersiksa dan beban pikiran yang selalu bertanya "Siapa aku bagimu? Kita ini apa? Status apa yang sedang kita jalani sekarang?"

Namun.. Menghentikan semuanya bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan oleh sang cewek.. Saat ia baru akan memulai untuk berhenti, sang cowok justru semakin perhatian dan bersikap seakan-akan mereka sedang menjalani sebuah hubungan "spesial"..

Hening.. Seandainya sang cowok mempunyai sedikit "KEBERANIAN" untuk menjelaskan tentang status mereka.. Yaa, itu memang penting! Demi tidak terciptanya hipotesis-hipotesis yang menyimpang dalam pikiran sang cewek..

Naah para Readers..
Menurut kalian apa yang harus dilakukan sang cewek?
Apa sebaiknya ia tetap melanjutkan rutinitas bertukar kabarnya yang bisa dikatakan "SEMU" dan "TAK PASTI"?
Atau menghentikan semuanya walaupun ntar efeknya bisa bikin galau maksimal?
Atau apa?
Dan..
Menurut kalian apa yang harus dilakukan sang cowok?
Dan lagi..
Apa yang harus mereka lakukan?
Bagaimana pendapat kalian tentang mereka?


-Sekian Terimakasih- :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar